Home > Articles > Langkah Memilih Broker & Sekuritas

Langkah Memilih Broker & Sekuritas

Untuk bisa melakukan transaksi saham sendiri di BEI, Anda harus menjadi nasabah perusahaan pialang, sekuritas atau broker. Perusahaan ini akan menjadi perantara antara Anda dan BEI. Ada banyak sekali broker yang menjadi anggota Bursa Efek Indonesia pada saat ini. Jadi pastikan Anda memilih broker seteliti mungkin.
Setelah membuka rekening di perusahaan pialang, Anda harus menyetor uang senilai jumlah tertentu. Setelah itu Anda baru bisa bertransaksi saham.
Pemilihan broker sangat mempengaruhi strategi Anda dalam bermain saham. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih sekuritas:

  1. Pastikan broker pilihan Anda tercatat sebagai anggota BEI (Bursa Efek Indonesia).
  2. Jumlah setoran awal. Besarnya setoran awal bervariasi,mulai dari 5 juta rupiah – 50 juta rupiah. Besarnya setoran awal ini bervariasi karena sekuritas yang membidik mahasiswa, masyarakat awam dan ada pula yang membidik kalangan berduit.
  3. Berapa komisi transaksi. Untuk setiap transaksi rata-rata komisi untuk pembelian saham antara 0,19-0,3%. Sedangkan komisi untuk penjualan saham antara 0,29-0,4%. Tentukan kita berusaha mencari komisi serendah mungkin. Tapi perhatikan ada kalanya komisi yang rendah memiliki minimal komisi per hari. Kalau ada minimal komisi per hari, Anda harus menghitung dengan benar berapa minimal transaksi yang perlu Anda lakukan per hari supaya impas dengan komisi. Hal ini akan mempengaruhi strategi harian Anda. Kalau modal anda menipis, minimal komisi per hari bisa merugikan anda.
  4. Apakah broker memberikan rekomendasi tertentu. Hal ini berguna bila Anda tidak bisa melakukan analisis saham sendiri.
  5. Bagaimana fasililtas transaksi saham tersebut. Umumnya transaksi saham di semua sekuritas bisa dilakukan di kantor broker tersebut atau via telepon. Bila Anda membutuhkan mobilitas, Anda bisa mempertimbangkan sekuritas yang memiliki fasilitas online trading, baik via internet, email, atau HP.
  6. Perhatikan rekening bank yang digunakan broker tersebut. Bila rekening bank Anda miliki tidak sama dengan rekening bank broker, Anda akan kena tambahan biaya waktu melakukan tambah dana atau menarik dana.
  7. Adakah fasilitas marginnya dan berapa besar.
  8. Berapa jangka waktu setor apabila dana tidak mencukupi.
  9. Berapa besar denda yang di berikan bila terlambat setor.
  10. Pastikan MKBD sekuritas pilihan kita kuat dan memiliki record baik
Nah, setelah Anda memilih broker, selanjutnya Selamat Bertransaksi.
Categories: Articles
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,504 other followers

%d bloggers like this: